Showing posts with label Mang Ucup. Show all posts
Showing posts with label Mang Ucup. Show all posts

Tuesday, October 9, 2007

Mati Suri = Mati Icip-icip

Apakah Anda percaya akan ilmu mengeluarkan sukma (jiwa) atau dalam bahasa Londo-nya disebut Out-of-body-experiences (OBE), ini benar-benar bisa dibuktikan, bukannya karena mang Ucup fan beratnya dari majalah Liberti & Misteri, tetapi karena ini benar2 fakta nyata. Umat Kristen menilai OBE itu klenik atau takhayul, tetapi kebalikannya banyak umat Kristen percaya akan Mati Suri atau dalam bahasa Sunda nya disebut Near Death Experience (NDE).

Mati Suri (NDE) itu sebenarnya identis 100% dengan OBE alias Out-of-body-experiences, sebab pada saat mati suri jiwa kita juga keluar dari tubuh raga jasmani kita.

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh organisasi Gallup Poll pada th 1996 ternyata lebih dari 13 juta orang di USA pernah mengalami mati suri. (NDE - Toronto Star 5. Maret 2000).

Berdasarkan kesaksian mereka, pada saat mereka mati suri, ternyata mereka bukan hanya sekedar bisa mendengar percakapan orang-orang disekitar mereka saja, bahkan sebagian besar bisa menceritakan secara rinci jalannya operasi sampai menjelaskan dibagian mana saja mereka dijahit setelah di operasi.

Mati suri ini bisa dibuktikan secara ilmiah, jadi bukan hanya sekedar kesaksian dari dongeng orang saja. Dr Paul Segal dari University of California, pernah melakukan test dimana seekor hamster (semacam tupai) dibunuh dengan perlahan melalui temperatur yang sangat rendah, setelah itu, tubuh dari hamster tsb didinginkan dengan es selama 4 jam.

Pada saat hamster tsb berada dalam es, tubuhnya di monitor dengan peralatan yang sangat sensitiv sekali, ternyata tidak ada kehidupan sama sekali, aktivitas gelombang otaknya maupun denyut jantungnya mati total. Setelah itu dengan bantuan alat pemanas hamster tsb bisa dihidupkan kembali, seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya. Test ini dilakukan secara ber-kali2 dengan hamster yang sama, dan selalu berhasil!

Hal yang sama sering terjadi pada orang yang mati karena jatuh kedalam sungai yang sudah beku jadi es, walaupun sudah terbuktikan, bahwa mereka telah mati kedinginan selama berjam-jam ternyata mereka bisa dibangkitkan kembali dari kematiannya.

Universitas Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomena ini. Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama. Memasuki lorong yang gelap dan diakhir lorong bisa melihat cahaya ! Bagi mereka yang ingin membaca dan mempelajari lebih jauh mengenai mati suri silahkan lihat situs: www.iands.org/index.html atau membaca buku "Life afer Life" karangan dari Dr Raymond A. Moody Jr.

Dr Duncan Mc Dougal dari Massachusets pernah menulis satu artikel di American Medicine (April 1907) lihat situs http://www.snopes.com/religion/soulweight.asp bahwa ia pernah melakukan test terhadap orang-orang yang mau meninggal, ternyata pada saat mereka meninggal, berat badan mereka menjadi berkurang, tetapi anehnya ketika test yang sama dilakukan terhadap 15 ekor anjing, hewan-hewan tsb tidak kehilangan berat badannya sama sekali. Disinilah mungkin terbuktikan bahwa hanya manusia saja yang sebenarnya memiliki jiwa itu.

Disamping itu dengan adanya mati suri terbuktikan sudah bahwa manusia itu benar-benar punya jiwa bahkan jiwa itu bisa keluar untuk beberapa saat lamanya meninggalkan raganya. Pengalaman selengkapnya dalam bahasa Indonesia, dari orang yang pernah mati suri bisa dibaca http://irdy74.multiply.com/reviews/item/142

Pada saat jiwa kita keluar dari tubuh ia bisa melayang-layang kemana saja, misalnya melihat apa yang sedang dilakukan oleh pasangan kita dirumah/dikantor. Atau pergi berkujung ke mang ucup di Holland atau pulang mudik ke kampung, maklum jiwa tidak butuh ticket pesawat atau mungkin juga ingin ngintip sejenak di Neraka atau di Sorga ? Kelemahannya hanya satu kalau jiwa yang pulang mudik tidak bisa bawa oleh-oleh maupun koper. Kurang lebih seperti yang bisa dilihat di film "Ghost" - Patrick Swayze & Demi Moore!

Nah bagi mereka yang ingin belajar bagaimana caranya mengeluarkan Jiwa/Sukma untuk mencoba Out-of-Body-Experiences (OBE), bisa belajar dari mang Ucup dalam tulisan berikutnya ialah "Ilmu mengeluarkan Sukma". Dijamin setiap orang pasti akan berhasil !!!

Bagi mereka yang serious ingin belajar "Ilmu Mengeluarkan Sukma" dianjurkan agar sebelumnya melakukan puasa "Tapa Pati Geni" (pantang makan makanan yang dimasak dengan api sehari semalam) terlebih dahulu.

WARNING BERAT: artikel mengeluarkan sukma hanya boleh dibaca oleh mereka yang kuat iman saja. Dan tidak dalam keadaan haid.

Semua artikel mang Ucup boleh di copy maupun di fwd kepada siapapun juga, gratis !

Mang Ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.net
http://www.friendster.com/mangucup

Selanjutnya......

Satu Detik setelah Loe Koit ! - Bag. 3/3

Banyak orang tidak yakin akan adanya jiwa di dalam tubuh kita, maklum jiwa itu tidak bisa dilihat, tetapi anehnya di Indonesia ada Dr Jiwa, Rumah Sakit Jiwa maupun Asuransi Jiwa, walaupun belum ada satu orang pun yang pernah melihat jiwa.

Pertanyaan saya kapan jiwa/roh dari orang tsb akan keluar meninggalkan tubuhnya? Apakah setelah ia tidak bernafas lagi? Menurut beberapa kepercayaan dan pendapat orang, setelah orang itu mati jiwa/roh dari orang tsb akan tetap berada melayang-layang disekitar tubuhnya selama 72 jam oleh sebab itulah mereka tidak akan mau menguburkan mayat tsb sebelum masa 72 jam ini lewat.

Sedangkan menurut pendapat mang Ucup, orang itu meninggal dunia (mati) apabila jiwanya sudah tidak bisa balik atau berhubungan lagi dengan tubuhnya, jadi sudah benar-benar keluar dan putus hubungan dari tubuh tsb. Kalau kita sudah keluar dari pintu untuk pindah ke alam baka, kita tidak akan bisa balik lagi masuk kembali melalui pintu yang sama. Orang yang mati suri pada umumnya belum keluar dari pintu ini, mereka masih berada di dunia fana, mereka belum melewati batas pintu kematian.

Kata jiwa dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Sansekerta "jiva" sedangkan kata roh diserap dari bahasa Arab Al-Ruh. Sedangkan Soul dalam bahasa Inggris diserap dari kata Jerman Kuno "seula". Sedangkan jiwa sudah meninggalkan raganya dalam bahasa Indonesia disebut "arwah".

Jiwa dalam bahasa Arab disebut juga "al-nafs' seperti juga dalam bahasa Ibrani "nefesy'. Kata ini identis dengan nafas, sebab Sang Pencipta menciptakan manusia dengan cara meniupkan "nafas" kehidupan kedalam raga manusiawi. Oleh sebab itu juga kata bernafas dalam bahasa Jerman "atmen" diserap dari bahasa Sasenkerta "atman" yang berarti jiwa. Sedangkan dalam bahasa Yunani "Psyche" maka dari itu jurusan ilmu jiwa disebut Psikologi.

Keyakinan tentang keberadaannya jiwa bukan dibahas oleh para agamaist saja melainkan sudah ribuan tahun sebelumnya dibahas dan diakui juga oleh para filsuf besar Plato, Socrates maupun Rene Descartes yang pernah mengeluarkan pernyataan bahwa semuanya tidak ada yang pasti, kecuali kenyataan, bahwa seseorang bisa berpikir. "Aku berpikir maka aku ada" dalam bahasa Latin "Cogito ergo sum" atau dalam bhasa Perancis "Je pense donc je suis".

Mengenai jasad atau tubuh seseorang sudah jelas bahwa ia akan kembali menjadi debu, tetapi kemana pergi jiwa/roh nya? Menurut Prof. Dr. Werner von Braun Alm. seorang ilmuwan yang sangat piawai sekali dalam hal pembuatan roket: "Saya percaya akan adanya roh/jiwa, karena berdasarkan logika dari ilmu pengetahuan, tidak mungkin sesuatu akan hilang begitu saja tanpa berbekas, kalau tadinya ada nyawa di dalam tubuh kita, berarti nyawa tsb akan tetap ada dan akan tetap hidup terus!"

Banyak orang sudah berusaha untuk mengukur berdasarkan berat badan orang hidup dan orang mati dan selisihnya inilah yang mereka definisikan sebagai beratnya dari jiwa/roh.

Apakah mungkin jiwa/roh itu merupakan perasaan kita, seperti kasih sayang, marah, sedih, senang, rasa cemburu? Karena perasaan juga tidak bisa diukur dan ditimbang, disamping itu belum ada manusia yang bisa menciptakan atau mendefinisikan secara exact perasaan itu bagaimana! Kita bisa menciptakan robot yang serba canggih, tetapi tidak mungkin manusia bisa menciptakan robot yang bisa mempunyai perasaan, karena robot tidak mempunyai jiwa/roh. Maka dari itu juga kata nafsu, seperti nafsu birahi, nafsu amarah dalam bahasa Indonesia, diambil dari kata yang sama seperti jiwa "al-nafs" dalam bahasa Arab.

Walaupun demikian ada banyak orang yang berpendapat bahwa perasaan itu adalah hasil produksi atau output dari daya pikir kita, maka dari itu kalau otak dari orang tsb mati, maka matilah juga perasaannya atau dalam arti kata lain tidak ada perasaan lagi setelah kita mati atau tidak ada lagi kehidupan setelah mati. Aliran yang mempercayai pendapat ini disebut Epiphänomenalismus. Apakah bisa dibuktikan bahwa perasaan itu adalah hasil output dari daya pikir kita? S/d detik ini tidak ada ilmuwan manapun juga yang bisa melokalisir di bagian otak mana kita merasa senang, sedih ataupun marah.

Menurut pendapat mang Ucup, otak kita bisa melaksanakan aktivitas perasaan seperti menyayangi, senang, susah, sedih maupun marah, tetapi penyebabnya bukanlah otak kita. Ini sama seperti TV, kita bisa melihat film karena ada TV, tetapi TV itu sendiri tidak membuat film, melainkan film dibuat di studio pemancar. Dan program tetap berjalan terus walaupun TV tsb dipadamkan. Otak kita itu sama seperti CPU dari computer, tetapi CPU tsb bukanlah programmer nya.

Kalau jasad dan badan kita mati, berarti yang akan hidup terus ialah arwah/roh/jiwa. Pertanyaan yang saya ingin ketahui dalam cara bagaimana roh/jiwa ini bisa hidup terus.

1. Apakah seperti dalam keadaan tidur atau seperti dalam keadaan pingsan, jadi dalam keadaan pasiv?
2. Apakah seperti pada saat kita lagi mimpi dimana kita bisa aktiv melakukan kegiatan seperti dalam kehidupan sehari-hari ?
3. Apakah mengulang lagi masa hidup yang lampau, jadi bisa bertemu dengan kawan-kawan lama, maupun anggota keluarga yang sudah berada di alam baka?
4. Ataukah kita akan dilahirkan dalam bentuk dan wujud baru jadi memulai sesuatu dari nol lagi?

Berdasarkan pengalaman dari orang-orang yang pernah, bahkan sering memanggil arwah, kemungkinan ke tiga lah yang sering dan mudah dibuktikan. Karena kalau ia sudah dilahirkan kembali pasti arwahnya tidak akan bisa dipanggil lagi, karena arwah tsb sudah berada di dalam jasad atau tubuh baru, jadi tidak bisa keluar lagi dari terminal.

Sedangkan kalau dalam keadaan tidur alias pasiv, tentu ia tidak akan bisa aktiv berkomunikasi dengan orang yang memanggilnya. Tetapi kemungkinan lainnya arwah dari orang yang sudah meninggal bisa dipanggil kembali, karena mungkin arwah/roh tsb sedang menunggu di "waitingroom" sebelumnya ia dilahirkan kembali, jadi masih belum masuk ke tubuh atau jasad baru. Berapa lama ia harus menunggu di waitingroom? Saya tidak tahu karena dalam soal ini saya belum berpengalaman.

Apabila rekan-rekan dan para pembaca belum bosan baca mengenai masalah kematian; mungkin pada suatu saat, saya akan melanjutkan untuk menulis pengalaman mereka yang sudah pernah mati alias Mati Suri atau dalam bahasa Londonya disebut "Near Death Experience" (NDE). Apa mungkin kita bisa Sightseeing sebagai tourist dengan ticket PP ke dunia kematian ? Apa yang mereka telah lihat dan alami disana ? Bagaimana rasanya mati itu ?

Mang Ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
http://www.friendster.com/mangucup
Homepage: www.mangucup.net

Selanjutnya......

Satu Detik setelah Loe Koit ! - Bag. 2/3

Mulai dari gembel s/d presiden, mulai dari koruptor s/d provokator, mulai dari pembunuh s/d Kyiai, Bikshu, Pdt/Nabi pendeknya entah siapapun kita ini harus mati. Yang beda hanya caranya saja, normal ataukah abnormal, mati sakit ataukah mati dibunuh, karena usia tua ataukah karena bunuh diri atau bisa juga mati karena digilas lebur jadi bubur ama kereta api. Tetapi semua makhluk hidup di dunia ini mulai dari binatang, tumbuh-tumbuhan s/d manusia memiliki satu tujuan yang sama ialah "kematian'!

Tujuan dari dilahirkan dimuka bumi ini adalah kematian, sehingga timbul pertanyaan dan pikiran kenapa harus dilahirkan kalau toh nantinya harus mati juga? Apa gunanya hidup ini kalau harus diakhiri dengan kematian? Agaknya menuju ke kematian itu adalah konsep kunci untuk menjawab pertanyaan mengapa manusia harus hidup.

Walaupun manusia sudah bisa menjabarkan seluruh rahasia dari DNA, bahkan bisa mengkloning kehidupan, tetapi kenyataannya pertanyaan yang simpel tsb diatas masih belum mampu dijawab secara rasional, karena s/d saat ini kita belum bisa menguak rahasia dari kematian secara ilmiah.

Lucunya walaupun kita ini tahu bahwa kita ini harus mati dan `tidak mungkin" bisa melawan kematian, tetapi sejak ribuan tahun manusia itu tetap saja mencoba terus untuk melawan kematian dan kita tidak mau menerima kenyataan, bahwa kita itu harus mati.

Mulai dari gembel s/d profesor, walaupun mereka sudah di vonis musti mati, tetapi mereka tetap saja ingin berusaha terus dengan segala macam daya upaya untuk bisa hidup terus atau minimum memperpanjang hidup mereka.

Kalaupun ada "keabadian", ia cuma berarti sirkulasi infra-human saja. Misalnya, daging yang membusuk jadi tanah, jenasah yang dikremasi jadi abu, dll. Maka, hanya manusia yang bisa meninggal. Sedangkan sisanya cuma mati-busuk-habis, tanpa embel-embel. Tapi dalam diri manusia, kematian memperoleh dimensi sejati ialah "tempat/saat" sejarah (ruang/waktu) manusia menjadi keabadian. Jadi hidup terus di dalam dunia maya saja.

Sebenarnya udah jelas tujuan hidup kita ini ialah kematian, tetapi 99,9% manusia didunia ini tidak ada yang mempersiapkan kehidupannya untuk menuju kematian, boro-boro untuk mempersiapkannya memikirkannya azah ogah.

Tanya azah sama diri sendiri, apakah terpikirkan oleh Anda bagaimana kalau Anda besok meninggal dunia? Tidak! Yang terpikirkan oleh mang Ucup adalah bagaimana saya bisa menikmati hari weekend dan liburan Lebaran yang akan datang ini, bagaimana saya bisa menikmati hasil pensiun saya dihari tua? Bagaimana saya mempersiapkan diri setelah masa studi saya, masa lajang saya dst-nya, tetapi enggak pernah kepikir tuh mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.

Walaupun kita semuanya sadar bahwa hidup ini hanya untuk sesaat waktu saja, tetapi kita fokuskan seluruh energi/waktu/uang/keluarga hanya untuk mempersiapkan kehidupan dihari esok, lihat saja kita sekolah bertahun-tahun untuk mempersiapkan kehidupan dihari esok, begitu juga kita menabung untuk kehidupan di hari esok. Tetapi tanyalah sama diri sendiri, kapan kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian? Adakah pelajaran atau sekolah untuk menghadapi atau mempersiapkan kematian? Atau kuliah untuk bisa meraih gelar Dr Koit !

Bahkan Alkitab sekalipun isinya 99% hanya untuk memberikan bimbingan bagaimana kita menjalani hidup di dunia ini. Jadi bukan bagaimana caranya nanti kita menjalani kehidupan surgawi kita.

Tanpa diduga dan tidak bisa diramalkan, suka atau tidak, kematian "PASTI" akan datang menjemput saya maupun Anda, tetapi persiapan apa yang sudah kita lakukan untuk menghadapi hari kematian kita?

Pada saat kematian tiba, kita tidak perlu packing koper, karena kita datang telanjang, maka pulangpun telanjang pula tanpa koper ataupun tas kerecek. Kita tidak perlu pamitan dengan siapapun juga. Entah tugas kita selesai atau tidak selesai, tanpa bisa ditawar lagi kita harus berangkat pada saat itu juga. Hari kematian kita tidak bisa ditawar barang satu detik pun juga.

Banyak orang berduka dan menangis, apabila melihat mayat yang terbujur kaku, karena hal yang sama pasti akan ia alami juga, hanya kita tidak tahu waktunya saja kapan?

Hal ini yang mengakibatkan banyak orang menilai bahwa kematian itu adalah sesuatu hal yang negativ, kalau tidak demikian kenapa harus ke Dr untuk memperpanjang hidup. Untuk itu; kita manusia mencari jalan agar dapat menetralisir pandangan yang negativ ini untuk dirobah menjadi positiv melalui "Agama" dan segala iming-iming sorgawi.

Oleh sebab itulah mang Ucup menilai agama itu entah agama apapun juga, sebenarnya hanya sekedar merupakan obat pembius otak, atau senjata agar dinamika akal kita bisa "menangkap" arti kematian manusia secara positif.

Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.

Satu detik setelah anda mati, anda tidak ada apa-apanya lagi selain "seonggok daging". Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut, sehingga akhirnya "onggokkan daging dan tulang" yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan.

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua "kenyataan" dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan "hari-hari indah" di dunia ini.

Mang, manusia kan punya jiwa ? Kemana tuh nanti perginya roh/jiwa itu ? Apakah keberadaan roh/jiwa itu bisa dibutikan secara ilmiah ? Ingin tahu jawabannya mengenai jiwa dan roh berdasarkan penelitian ilmiah jadi bukan hanya sekedar dongeng dari buku agama, baca sambungannya !

Mang ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.net

Selanjutnya......

Satu Detik setelah Loe Koit !

Bukan artikel rohani ! Kewajiban setiap manusia di dunia ini entah ia itu wong Tionghoa, wong Londo, wong Indo semuanya harus koit ! Saya menyadari bahwa generasi mang Ucup adalah generasi kloter berikutnya yang akan yang akan mendapatkan "last call for departure".

Pokoknya rekan-rekan ato para pembaca yang usianya udah diatas GOcap-GO, harus siap-siap lah untuk dipanggil, bahwa tidak lama lagi "Loe kudu GO to heaven" or to Hell pulang kampuang begitu. Hanya orang-orang belegug ato dalam bahasa Inggrisnya GO-Block azah yang tidak mau membuat persiapan dari sekarang.

Tiap orang udah nyaho, bahwa mereka itu harus kojor, tetapi sangat jarang sekali yang mo mikirin, seakan-akan mereka itu bisa hidup kekal didunia ini seperti juga Highlander. Apabila kita akan berangkat pergi liburan tentu kita ingin mengetahui tempat yang akan kita tuju, tetapi pernahkah Anda ingin mengetahui "What next?" setelah kematian itu datang!

Apa yang akan terjadi "One second after you die" – "Satu detik setelah Loe koit!"
Orang-orang disekitar saya memiliki tiga pandangan mengenai kematian itu:
- berakhir s/d disini saja alias jadi seongok debu ato abu
- dilahirkan kembali entah jadi kecoak, cacing ato manusia ato jadi buaya
- melanjutkan kehidupan ini dengan tubuh baru yang kekal dan abadi

Yang sudah pasti setelah si Ucp mampus! Manusia yang namanya Ucup itu udah di setip alias dibusek di dunia ini dan digantikan dengan nama Ucup Almarhum. Semua kewajiban duniawi, mulai dari utang yang berjibun s/d segala macam kontrak perjanjian pun akan berakhir dengan sendirinya, begitu juga dengan kontrak perkawinan kita. Hal positiv lainnya ialah semua rasa nyeri, rasa takut, maupun penderitaan duniawi kita pun akan berakhir, jadi benar-benar bebas tulen!

Sedangkan dari sisi negativ nya apa saja yang menjadi miliki kita di dunia ini, akan hilang pada saat itu juga, entah ini mobil Jaguar, uang simpanan di Swis Bank, istri simpanan di Jkt, gelar, jabatan maupun kekuasaan akan menguap dalam sedetik setelah si Ucup koit. Begitu juga dengan tubuh jasmani, kita tidak akan bisa balik kembali ketubuh itu lagi, karena ini sdh bukan menjadi milik kita lagi, bahkan kita sdh kehilangan kontrol terhadap diri kita sendiri.

Sejak si Ucup mati, maka ia sdh akan tidak berfungsi lagi, sama seperti juga robot yang kehabisan baterie. Yang ada hanya seongok daging yang tidak lama lagi akan menjadi busuk ato jadi abu! Setelah Loe mati, Loe akan kehilangan semua hak yang Loe miliki, kita tidak memiliki hak kebebasan untuk memilih ataupun menentukan ini ato itu lagi, it is over my friend!

Ada dua macam tipe manusia di dunia ini, yang satu emoh ato enggan pulang kampuang, dengan alasan karena anak-anaknya masih kecil lah, ato merasa tugas ini ato itu belum selesai, tetapi ini semuanya hanya sekedar alasan monafik, alasan yang sebenarnya sih "Gue masih belum puas merengguk kehidupan di dunia ini, sehingga Gue masih betah di dunia yang pabaliut ini, walaupun banyak orang kere, sengsara dan menderita sekalipun, itu kan bukan urusan Owe, yang penting Gw bisa hidup sehat, makan enak dan hidup enak, yang lain sih masa bodo, so what gitu loh!"

Sedang manusia tipe lainnya ingin buruan pulang, karena mereka udah nyaho bahwa masa hidupnya udah di itung oleh kalkulatornya sang Dr, ato penderitaan yang datang tak ada abis2nya, ato rasa nyeri yang tak kujung berakhir. Tetapi yang menjadi masalah adalah what next? Satu detik setelah Loe koit! Apakah api neraka yang udah nunggu Loe disono? Ato pager betis yang terdiri dari malaikat2 yang geulis dan bahenol sedang menunggu kita?

Hal inilah yang membuat orang jadi takut kojor dan bimbang untuk memilih hidup atau kematian, ketika Hamlet dalam drama Shakespeare mau bunuh diri ia merenung dalam2 dan berkata:
"To be or not to be: that is the question"

Whether 'tis nobler in the mind to suffer
the slings and arrows of outrageous fortune,
or to take arms against a sea of troubles, and by opposing end them?
To die: To sleep; no more; ….
: (Shakespeare, Hamlet, Act III, Scene I)

Manakah yang lebih luhur, menerima dengan rela panah atau batu pelontar nasib buruk yang ganas, ataukah menempuh lautan bencana menentangnya serta mengakhirinya? Mati – tidur – tak lebih.

Hamlet bersedia untuk melakukan bunuh diri karena menurut dia ini akan bisa membebaskan dia dari lautan bencana, tetapi dilain pihak ia khawatir akan kerajaan maut, dari mana musafir tak pernah kembali dengan selamat. Hal inilah yang membuat dia jadi bingung dan lieur!

Lucu bin nyata, sebenarnya di dunia ini tidak ada manusia hidup satupun juga, yang pernah mengadakan tour ke dunia orang mati, tetapi anehnya kok buaaa…anyak sekali travel office yang menawarkan tour ke sorga indah. Para calo-calo Firman itu begitu pinternya menjual angin sorga sehingga banyak sekali manusia yang tergiur, sehingga mereka bersedia untuk membayar uang dimuka untuk mendapatkan ticket ke sorga indah ini. Ingin nyaho dongeng lanjutannya baca oret-oretan liuer nya mang Ucup esok.

Mang Ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.net

Selanjutnya......

Tuesday, October 2, 2007

Maaf Obralan !

Reputasi dan nama China sudah tercemar berat disektor manufaktur; terutama di negara barat. China dituduh menggunakan bahan murahan yang beracun (timah hitam) untuk memproduksi mainan dari Mattel Inc. Hal ini mengakibatkan semakin terpuruknya produk hasil buatan China dipasar dunia. Padahal pihak Mattel sang pemesan itu sendiri yang telah memberikan disain dan intruksi yang salah.

Hal ini juga yang menyebabkan satu rekanan Mattel di China bunuh diri. Atas kejadian ini pimpinan puncak Mattel mengajukan permohonan maaf kepada segenap warga China. Walaupun demikian renungkanlah oleh anda: "Apakah permohonan maaf ini bisa memperbaiki dan memulihkan kembali citra dan reputasi negara China yang telah terpuruk ?"

Menjelang hari raya Idulfitri, perkataan maaf akan menjadi komoditi obralan, tanpa harus mengucapkan ataupun merenungkannya, sebab semuanya sudah tercantum di berbagai macam iklan maupun kartu Lebaran. Bahkan pada saat menjelang hari raya perkataan "Maaf lahir batin" keluar nyerocos secara begitu saja, tanpa harus mikir pakai jidat. Hal ini kita ucapkan kepada siapa saja, kenal maupun tidak kenal, tidak ada bedanya dengan ucapan "Good Morning".

Dengan mudah kita minta maaf, seakan-akan setelah itu semuanya "HARUS" jadi putih bersih tanpa noda lagi. Pernahkah kita merenungkan dan berusaha untuk menghayatinya betapa penderitaan maupun sakitnya dari orang yang kita sakiti ? Berapa banyak air mata yang telah mereka keluarkan, sehingga mereka jadi stress dan luka batin karenanya ? Banyak dari mereka yang harus menderita berbulan-bulan, bahkan sampai jadi trauma dan sakit karenanya.

Apakah semuanya ini bisa dihapus dengan secara begitu saja; hanya dengan satu perkataan "Maaf" saja ? Apakah pikiran kita ini sama seperti File komputer hanya dengan satu perintah "Delete" saja; segera bisa dihapus hilang semuanya tanpa berbekas lagi ? So simple ya kedengarannya? Benar, it's not that easy, seperti yang pernah diungkapkan Duran-duran dalam sebuah lagunya; "The hardest thing is to let go"

Cobalah renungkan oleh anda: "Apakah perkataan maaf yang diucapkan pada saat hari raya itu benar-benar keluar dari hati ? Dan benar-benar dihayatinya terlebih dahulu sebelum mereka ucapkan ? Ataukah hanya sekedar `Njeplak basa-basi pemanis bibir saja, karena sudah merupakan tren kewajiban tradisi ? Maka wajarlah apabila timbul pemikiran; "Percumah deh memaafkan seseorang pada hari raya Idulfitri, sebab kata maaf tersebut toh hanya sekedar maaf obralan yang tidak mempunyai nilai sama sekali ! Enak aja, Gw yang disakiti selama bertahun-tahun, apakah harus dimaafkan secara begitu saja, hanya sekedar untuk memenuhi tradisi Lebaran, seperti juga pepatah panas setahun dihapus oleh hujan sehari !" Disinilah letak kesalahan pemikiran anda !

Keuntungan utama dari memaafkan, bukannya untuk orang yang bersalah kepada kita melainkan untuk diri kita sendiri. Melalui memaafkan kita dapat melepaskan seluruh beban sakit hati kita; maupun stress yang membebani dan menyiksa diri kita selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Dengan memaafkan hati dan pikiran kita bisa jadi langsung plong lepas dari segala beban sakit hati ini ! Tanya saja sama diri sendiri, apakah anda senang dengan adanya siksaan yang anda rasakan sampai dengan sekarang ini ? Tiap kali teringat akan kejadian tersebut sama seperti juga luka yang digarami dan diberikan cuka terus-menerus, sehingga dengan mana, luka batinnya akan terasa nyeri terus dan sampai kapanpun juga tidak akan bisa sembuh ! Obat mujarab dari luka batin yang benar-benar cespleng tulen hanya ada satu saja ialah: Memaafkan! Telah terbuktikan bahwa memaafkan itu baik bagi kesehatan. Oleh sebab itu juga perkataan maaf dalam bahasa Yunani = A mnestia (tidak mengingat) lagi.

Lucu tapi nyata, kita bersedia mengorbankan segala-galanya mulai dari waktu hingga uang untuk bisa sembuh, tetapi sakit batin kita; tetap kita pelihara. Disamping itu untuk bisa sembuh dari luka batin ini anda tidak perlu bayar; entah berupa uang maupun waktu, melainkan hanya dengan satu perkataan saja "Memaafkan" !

Forgiveness Is a Choice, memaafkan itu adalah pilihan yang hanya bisa ditentukan oleh Anda sendiri. Bagi mereka yang tidak bisa dan tidak mau memaafkan, maka mereka akan tersiksa, karena pikiran dan batinnya akan selalu kotor, disamping itu hubungan dengan yang bersalah pun akan selalu tetap buruk sehingga luka batinnya hingga kapan pun juga tidak akan mungkin bisa dipulihkan lagi.

Dengan memaafkan kesalahan orang lain langkah kita bisa jadi lebih ringan, enggak ada ganjalan, sehingga akan mempengaruhi wajah, tingkah laku, dan senyum manis kita yang akan membuat lingkungan kita terasa hangat.

Dengan memaafkan seseorang, berarti kita belajar mengadaptasi salah satu sifat utama dari Sang Pencipta ialah "Pemaaf". Kenapa pada hari raya Idulfitri, bagi umat Islam adalah hari yang tepat untuk mengajukan permohonan maaf ? Karena pada hari tersebut kebanyakan orang lebih toleransi dan juga lebih bersedia untuk membuka hati dan pintu maafnya. Kagak percaya cobalah !

Orang yang dapat memaafkan kesalahan seseorang adalah orang yang baik, sedangkan yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan seseoran adalah orang yang bijak, tetapi orang yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan seseorang „sebelumnya" orang tsb minta maaf adalah orang yang memiliki sifat illahi.

Mang Ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.net

Selanjutnya......

Saturday, September 29, 2007

Rindu Mudik = Homesick

Pepatah Tionghoa mengatakan: "Sejauh-jauh burung terbang, akhirnya akan kembali ke sarangnya". Hal ini terasakan sekali pada saat menjelang hari raya Idulfitri (Lebaran), dimana banyak sekali orang kejangkitan penyakit "Rindu Mudik". Rindu Mudik ini bukan hanya dirasakan oleh umat Muslim saja melainkan oleh hampir semua orang Indonesia yang berada dirantau, entah ia berada di New York, Amsterdam, Hongkong maupun di Jakarta. Rasa rindu yang dirasakan oleh mereka yang tinggal di Hong Kong maupun di Jakarta sama yang beda hanya jaraknya saja.

Pada saat kita rindu mudik, kita teringat akan kampung halaman dan orang-orang yang kita kasihi, hal ini membuat kita jadi sedih dan sakit, oleh sebab itulah dalam bahasa Spanyol rindu mudik ini disebut "el mal de corazón" = sakit hati. Kita teringat akan kampung halaman, orang tua, masa-masa yang indah diwaktu kecil. Pada saat kita masih kecil, mungkin kita harus hidup dengan segala keterbatasan, tetapi kalau saya jujur itu, bagi saya masa tersebut adalah masa yang paling indah di dalam kehidupan saya. Ingatan saya ketika masa tersebut adalah: "Woouooo…w…..fantastic. it's wonderfull, if we wanna to remember our childhood !"

Mungkin anda masih ingat ketika masa sekolah di sekolah SD, SMP, nonton bioskop, mancing ikan, bermain diwaktu hujan turun. Memang kalau dibandingkan dengan permainan anak-anak jaman sekarang, ini tidak ada apa-apanya, tetapi bagi saya ini masa tersebut mempunyai nilai yang sangat indah dan tak terlupakan.

Jadi rindu mudik tersebut bisa disamakan juga dengan rindu akan masa lampau - Notstalgia. Kata Notstalgia itu diserap dari dua kata dalam bahasa Yunani "Notos" = kembali kerumah dan "algos" = sakit/rindu.

Rindu mudik atau rindu akan kampung halaman dalam bahasa Inggris disebut Homesick sedangkan dalam bahasa Jerman "Heimweh" . Weh = sakit, Heim = rumah, Heimat = tanah air. Kata Heim itu sendiri diserap dari bahasa Jerman kuno Heimoti = Surga.

Kata Mudik diserap dari kata "Udik" yang berarti desa atau jauh dari kota alias di udik. Mudik berarti kembali ke udik, ke asal usul kita oleh sebab itu entah anda tinggal dirumah mewah yang bernilai ratusan milyar Rp ataupun bermukim di Amsterdam ataupun Hollywood sekalipun, ini tidak akan bisa menggantikan suasana seperti rumah di kampung halaman sendiri, walaupun itu di udik sekalipun juga. Jadi tepatlah pada saat kita sedang rindu mudik, kampung halaman itu bagi kita sama seperti juga "surga". Pada saat tersebut saya merasa iri terhadap mereka yang bisa pulang mudik ke kampung halamannya.

Di Eropa, penyakit rindu mudik ini lebih dikenal dengan sebutan "penyakit orang Swiss". Masalahnya sejak abad ke 15 banyak sekali pemuda dari Swiss yang bekerja sebagai tentara bayaran di Italy, Perancis, Jerman maupun Belanda. Mereka itu adalah serdadu bayaran yang pertama, oleh sebab itu juga s/d saat ini di Vatikan masih tetap mengerjakan para serdadu Swiss.

Kelemahan dari para serdadu Swiss itu mereka sering rindu mudik. Hal ini membuat banyak serdadu tersebut yang sering minggat maupun bunuh diri. Maka dari itu pada abad ke 18 di Perancis orang akan dihukum mati apabila berani menyanyikan atau bersiul lagu kampungnya orang Swiss "Kuhreihen" (Ranz de Vaches), mereka takut para serdadu bayaran mereka minggat. Apakah efeknya sama; seperti kalau orang Jawa mendengar lagu "Benggawan Solo"? Maka dari itu juga banyak orang Indonesia dirantau senang mendengar lagu musik Keroncong untuk mengurangi rasa rindu mudik.

Kenapa orang Jawa lebih sering rindu mudik ? Mungkin karena dalam bahasa Jawa kata "dalem" berarti "saya" dan kata "dalem" itu juga identis dengan "tempat tinggal".

Mungkin anda bisa merasakan kehidupan yang jauh lebih nyaman dan lebih berlimpah ruah di tanah orang, tetapi materi tidak akan bisa menggantikan maupun mengisi kekosongan maupun kesepian diri dan batin kita. Semakin lama anda berada ditanah orang semakin terasakan kekosongan jiwa kita, sama seperti juga HP yang kehabisan batterie.

Pada saat kita mudik, kita bisa nge-charge kembali batin dan kekosongan jiwa kita. Kita bisa mendapatkan kembali siraman-siraman rasa kasih dari orang-orang disekitar kita untuk mengembalikan kembali kegersangan, kekosongan maupun kesepian hidup kita dirantau. Sama seperti juga pada saat mengisi batterie; ini tidak harus berbulan-bulan walaupun hanya seminggu atau beberapa hari sekalipun juga, hal ini sudah dapat mengembalikan kembali keseimbangan jiwa kita.

Entah anda ini seorang pejabat tinggi, direktor maupun pengusaha, ketika dirantau anda tetap saja Mr Nobody atau sekedar nomor saja, tetapi dikampung halaman sendiri kita dapat menghayati kembali makna kedudukan sebagai adik, paman, keponakan, saudara ataupun anak.

Disitu kita dapat merasakan kembali kasih sayang tanpa pamrih, kasih sayang yang tulen bukan hanya sekedar basa-basi. Dengan tinggal beberapa saat saja di desa, kita dapat menyadari kembali makna sosial dari seorang tetangga, sahabat ataupun saudara, jadi bukan hanya sekedar sebagai orang lain yang tinggal di seberang rumah atau di samping meja kerjanya seperti yang dihayati di kota. Di kampung halaman kita bisa mendapatkan kembali harkat dan nilai kemanusiaan kita lagi.

Para perantau yang mengadu nasib di kota-kota maupun di luar negeri pada hari Lebaran dapat bertemu dengan sanak saudara, keluarga, serta kerabat di tempat kelahirannya. Rasa haru mewarnai ajang tali silaturahmi, karena mereka selama satu tahun atau lebih berpisah kini dapat berkumpul, bercengkerama, bersendau gurau, serta melepas rindu antar saudara dan kerabat. Dari silaturahmi ini, timbullah rasa kebersamaan, kekeluargaan persatuan dan kesatuan, sehingga dapat merasakan kembali hidup dalam kerukunan, atau rukun dalam kehidupan. Pada saat mudik; kita bisa menjaga silaturahim dengan kerabat di kampung halaman atau lebih jauh lagi kita bakal tetap ingat kepada asal-muasal kita.

Bagi mereka yang tidak begitu bahagia sehingga tidak bisa mudik, anda masih tetap bisa bersilaturahmi melalui surat, chatting, email, video maupun telepon, sebab kata arti sebenarnya dari silahturahmi adalah mendekatkan hubungan kekeluargaan dari segi aspek psikologis atau rohani saja, tanpa kehadiran jasmani atau fisik. Beda silaturahim" sebab kata tersebut mengandung makna lebih dalam. Kata rahim berarti menyertakan jasmani dan rohani.

Mang Ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.net

Selanjutnya......

Resep Memaafkan!

Di hari-hari terakhir ini saya mendapatkan banyak sekali email per japri, dimana mereka mohon bantuan bagaimana caranya memaafkan, sebab untuk memaafkan itu tidaklah mudah. Apabila hanya sekedar lipservice saja sih mungkin tidaklah sukar. Disamping itu kok enak dan murah banget sih nilainya maaf ini, seakan-akan barang obralan begitu.

Perkataan maaf itu sangat mudah sekali kita ucapkan, tetapi pernahkah terpikirkan oleh mang Ucup, bagaimana rasanya perasaan dari orang2 yang pernah disakiti, sebagai akibat dari pembunuhan, permerkosaan, penipuan & perselingkuhan. Jangankan untuk soal yang berat2; baru dibohongi sekali saja kadang2 sudah ngambek berat sehingga bisa musuhan ber-tahun2. Bagi mereka perkataan maaf itu besar sekali maknanya.

Dan apakah mang Ucup pernah merasakan disakiti selama bertahun-tahun, udah sabar menerima seluruh penderitaan; di akhir cerita ia minggat lagi dengan WIL/PIL yang lebih muda. Apakah kagak sakit tuh. Sekarang dia hidup senang dengan pasangannya yang jauh lebih muda, sedang aku dirumah hidup sengsara sendirian, belum lagi harus membesarkan tiga anak yang masih kecil2. Apakah untuk perlakuan seperti ini harus dimaafkan dengan secara begitu saja, seakan-akan tidak pernah ada yang terjadi ?

Yang bersalah sekarang hidup senang; sedang Gw yang disakiti hidup sengsara. Bukankah dengan memaafkan dia; hidup Gw akan menjadi lebih menderita karenanya ? Orang seperti itu bukannya harus dimaafkan sebaiknya dipenggal kepalanya dan mayatnya diberikan kepada Sumanto untuk dijadikan gule atau sate begitu. Disamping itu ngapain Gw harus memaafkan dia, boro2 dia mau minta maaf ama Gw, ngaku salah aja kagak pernah ! Jadi satu kesia-siaan saja memaafkan dia !

Harus diakui bahwa memaafkan itu tidaklah mudah dan butuh waktu, seperti juga luka, tidak mungkin akan bisa sembuh dengan seketika. Disamping itu untuk dapat memaafkan itu dibutuhkan perjuangan batin dengan diri kita sendiri. Hikmah dan keuntungan dari memaafkan itu bukannya untuk orang yang menyakiti kita melainkan untuk diri kita sendiri. Percayalah dengan memaafkan anda bisa menghilangkan siksaan dan penderitaan yang selama ini menyiksa diri anda.

Dan seperti yang pernah saya tulis: "Kita tidak akan bisa merubah orang lain, tetapi bisa merubah diri kita sendiri !" Apabila Loe senang dengan penderitaan batin yang Loe alami sekarang ini teruskan saja sampai Loe koit ! Sebab tidak akan ada manusia di dunia ini yang dapat mengambil atau melepaskan beban penderitaan ini selainnya diri anda sendiri ! Perjalanan bagaimana jauhnya sekalipun juga harus diawali oleh langkah pertama. Langkah pertama yang harus anda lakukan ialah mengambil keputusan bersedia untuk memaafkan !

Apabila kita benar2 mau memaafkan orang, kita harus bersedia menguras dan mencuci bersih seluruh arsip kotor dari kesalahan2 orang yang akan kita maafkan, jadi bukan hanya sekedar di bibir saja, melainkan harus dikosek bersih sampai ke sudut bagian yang paling dalam di batin kita. Ini hanya akan bisa terlaksana apabila Anda bersedia melakukan tahapan2 seperti yang tercantum dibawah ini.

Change of Action - Perubahan dari segi lahir: dari muka yang cemberut, bibir yang mencibir dan pandangan mata yang merendahkan, kembali kepada tahapan yang normal, umpamanya dengan mulai menyapa dan memberikan salam kembali seperti biasa. Merubah dan mengembalikan penampilan lahiriah ini tidaklah mudah apalagi kalau sudah lama bermusuhan. Dan kalau tidak bisa bertemu dengan orang tersebut kirimlah SMS atau Email just to say hello kepadanya.

Change of Mind - perubahan dalam pikiran: ini lebih sukar daripada yang pertama sebab kita harus merubah pikiran maupun pandangan kita terhadap orang tsb, hal ini hanya bisa terjadi apabila kita bersedia dan mau mengosongkan pikiran negatif kita terhadap yang bersalah dengan cara melupakannya kesalahan orang tsb. Setelah ini kosong baru bisa di isi dengan pikiran yang positif. Hal ini membutuhkan waktu dan perjuangan diri sendiri untuk berperang dengan "our inside", merubah paradigma bahwa ia melakukan kesalahan tsb hanya karena khilaf dan bukan dengan tujuan untuk menyakiti, apalagi di dunia ini "Nobody is perfect. Everyone can do wrong".

Change of Heart - perubahan dalam hati atau batin kita. Dimana sifat bermusuhan kita bukan hanya sekedar hanya dihapus saja, bahkan dirubah menjadi kasih, dari yang tadinya jauh sekarang menjadi dekat, dari yang tadinya musuh sekarang menjadi sahabat. Yang terpenting jangan sampai timbul maupun dikotori oleh pikiran "jangan-jangan" ia akan melakukan hal yang sama lagi di kemudian hari. Jadi kita harus benar2 bisa memaafkan dengan tanpa syarat!

Apabila kita sudah dapat melaksanakan ketiga tahapan tsb, maka kita akan bisa melihat dan merasakannya keindahan dari perkataan maaf tsb, jadi bukan hanya sekedar bunyi2an atau tulisan kosong saja.

Mang Ucup - The Drunken Priest
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.net

Selanjutnya......

Wednesday, September 26, 2007

Jenius = Gendheng !

Wang Yinan bocah Tionghoa asal Beijing yang baru saja berusia 14 tahun telah diterima sebagai mahasiswa di Oxford University; salah satu universitas yang paling bergengsi di England, walaupun demikian menurut laporan dari China Daily hal ini bukanlah sesuatu yang istimewa. "Oxford-bound boy genius is 'nothing special' in China". Sehingga timbul pertanyaan kapan seorang bisa dinilai sebagai jenius ?

Kata jenius itu sendiri diserap dari bahasa Arab – Jinn atau makhluk
yang serba bisa. Manusia inteligen belum tentu jenius, sebab
inteligen berarti memiliki bakat dan kepandaian untuk cepat dan
mudah mengerti. Kata Inteligen itu sendiri diserap dari bahasa
Latin "intelligentia" = mudah mengerti. Sedangkan seorang jenius ia
harus dapat menciptakan sesuatu yang baru oleh sebab itu dalam
bahasa Latin "Genius" = menciptakan. Sampai dengan saat ini orang
masih belum memiliki kesepakatan apakah Sigmund Freud ataupun Karl
Marx maupun mang Ucup bisa dinilai sebagai manusia jenius ataukah
tidak, tetapi Kong Hu Chu sudah diakui secara resmi sebagai jenius.

Sebagai patokan untuk dapat dinilai sebagai jenius minimum orang tersebut harus memiliki IQ diatas 130. Tokoh-tokoh yang sudah diakui oleh dunia sebagai jenius adalah: Arsitoteles, Leonardo da Vinci, Pablo Picasso, Thomas Alva Edison, Albert Einstein, Charles Darwin, Isaac Newton dan sederetan lagi nama-nama lainnya. Banyak tokoh-tokoh yang tidak begitu terkenal, tetapi diakui sebagai jenius misalnya: Emil Krebs ia menguasai secara lisan dan tulis dengan sempurna 68 bahasa dan menguasai sekitar 47 bahasa lainnya secara lisan.

Mensa adalah organisasi untuk orang-orang yang mempunyai IQ tinggi. Mensa didirikan pada tahun 1946 di Inggris. Saat ini Mensa mempunyai lebih dari 100.000 anggota di seluruh dunia; 50.000 di antaranya di Amerika Serikat. Anggota termuda adalah George Brown seorang balita berusia 2 tahun yang sudah memiliki tingkat intelegensi sampai 152. Pada usia belum dua tahun ia sudah bisa berhitung sampai 10, mengenal semua warna, bahkan mengucapkan kata-kata dalam bahasa Perancis walaupun ia lahir dari keluarga Inggris. Di Indonesia, ada lebih dari 30 anggota yang tergabung dengan Mensa Indonesia saat ini. Untuk mengetahui apakah anda layak jadi anggota Mensa bisa melakukan test di:
http://www.mensa.de/index.php?id=65

Menurut para pakar psikolog termasuk Lembroso, jenius itu identis dengan gendheng atau neurosis. Jadi tidaklah salah apabila banyak orang yang menyatakan antara gila dan jenius itu bedanya hanya satu strip saja. Oleh sebab itu banyak jenius yang akhinya jadi gila benaran misalnya Nietzsche seorang filsuf Jerman yang jenius, bahkan telah menantang Allah dengan pernyataannya: "Allah itu sudah mati !" hanya sayangnya akhirnya ia yang mati terlebih dahulu.

Kata Savant diserap dari bahasa Perancis yang berarti "orang terpelajar". Pada tahun 1887 Dr J. Langdon Down dalam seminarnya memperkenalkan apa yang disebut "Idiot Savant" adalah para penderita autisme yang memiliki kemampuan yang tidak terkalahkan dari para jenius, bahkan mungkin melebihi mereka.

Dalam usia 6 tahun, Matt Savage telah bisa mempelajari main piano dalam jangka waktu semalam. Pada usia 7 tahun ia sudah bisa mengeluarkan CD hasil komponi sendiri. Brittany Maier (buta, autis) dalam usia 18 tahun sudah bisa memainkan lebih dari 15.000 macam musik klasik tanpa buku. Daniel Tammet bisa menghitung lebih cepat daripada kalkulator, menguasai 10 macam bahasa. Pernah di test dalam satu talk show dimana ia mampu mempelajari bahasa Islandia dalam jangka waktu hanya satu minggu secara lisan dan tulis dengan sempurna. Daniel Tammet menjadi jenius bukannya sejak lahir, melainkan setelah jatuh di kepala dalam usia 3 tahun.

Kim Peek sudah bisa menghafalkan lebih dari 12.000 buku. Bukan hanya sekedar isi dari buku saja, melainkan seluruh kata demi kata. Misalnya ia bisa menghafal seluruh buku telpon hanya dalam waktu kurang dari satu jam atau lebih tepatnya men-scan buku. Dalam waktu 53 detik ia bisa membaca dan menghafalkan 8 halaman buku telpon, lengkap dengan nama dan nomor.

Kenapa bisa begitu cepat ? Sebab ia bisa membaca dua halam dalam jangka waktu yang bersamaan. Mata kiri membaca halaman no 6 sedangkan mata kanan membaca halaman no 7. Kim Peek dijadikan sebagai tokoh untuk peran Raymond Babbitt (Dustin Hoffman) dalam film Rain Man.

Di seluruh dunia pada saat ini hanya ada sekitar 100 manusia penderita savant-syndrome. Perlu diketahui pula, walaupun disatu pihak mereka memiliki kemampuan yang luar biasa, tetapi IQ mereka sebenarnya rendah rata-rata sekitar 70. Sehingga untuk melakukan hal-hal yang mudah dan wajar sekalipun; mereka tidak mampu misalnya menelpon taxi ataupun belanja di supermarkt. Mereka tidak bisa membedakan hal-hal yang tidak ada formulanya, misalnya kecantikan, rasa kasih sayang, lucu, sedih ataupun gembira.

Jenius atau bodoh sebenarnya hanya sekedar penilaian atau label saja yang diberikan oleh orang-orang disekitar kita. Jenius atau bodoh hanya sebuah kata yang tidak memiliki makna bagi nilai manusia itu sendiri sebagai makhluk Tuhan dengan segala keunikannya yang tersendiri.

Jadi bagi mang Ucup; saya dinilai guo..oblok, dunguk atau idiot sekalipun ora opo-opo alias sami mawon. Jadi tepatlah seperti apa yang ditulis oleh Shakespeare apakah artinya sebuah nama ! "What's in a name, That which we call a rose by another name would smell just as sweet." Yang terpenting apakah kita bisa bermanfaat bagi sesama manusia, sebab dengan tugas itulah kita dilahirkan.

Mang Ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.net

Selanjutnya......

Burn Out = Gosong Jiwa

Menjelang Hari Raya Lebaran ini banyak orang yang merasa "Burn Out", alias gersang semangat atau gosong jiwa. Bagaimana tidak capek, kita kerja siang malam dimana boro-boro uang lemburnya dibayar, dihargaipun tidak. Harga kebutuhan barang pokok semakin meningkat, hari lebaran pun sudah berada diambang pintu, tetapi tidak ada penghasilan tambahan yang bisa diharapkan. Sedang tagihan datang bertubi-tubi. Pasangan hidup dirumahpun bisanya hanya ngomel melulu, tanpa bisa dan mau mengerti perasaan maupun keadaan yang sedang saya hadapi. Jadi wajarlah kalau saya merasa seakan-akan kepala ini mau pecah !

Kata "Burn Out" itu sendiri diserap dari bahasa gaul Inggris yang bisa diartikan kelelahan fisik dan emosional. Kata tersebut pertama kalinya diungkapkan oleh seorang psikonanalis Jerman Herber Freudenberger pada tahun 1974.

Burn Out itu seperti juga api yang mulai meredup karena kehabisan bahan bakar. Hal ini bisa terjadi juga dengan manusia, dimana kita merasa seakan-akan tidak memiliki gairah maupun semangat hidup lagi. Rasanya tenaga maupun pikiran ini jadi kosong dan hampa.

Hal ini terjadi karena bukan hanya sekedar disebabkan oleh kelelahan fisik saja (physical exhaustion), tetapi juga oleh kelelahan emosional (emotional exhaustion), maupun kelelahan mental (mental exhaustion). Hal ini membuat orang jadi capek mikir, merasa jenuh, apatis, cuek dan masa bodo.

Gejala Burn Out lainnya ialah dimana kita merasa gagal, seakan-akan semua perjuangan kita itu sia-sia saja dan tidak ada artinya. Kita merasa diperlakukan tidak adil dan juga tidak dihargai. Hal inilah yang membuat diri kita menjadi kecewa berat dan stress dan kehilangan kepercayaan maupun harga diri.

Burn Out bukan hanya bisa terjadi di perusahaan saja, tetapi juga dilingkungan keluarga. Dimana sudah tidak ada rasa kasih lagi antara satu dengan yang lain. Rasa hubungan yang pada awalnya berkobar menyala-nyala begitu besar; akhirnya menjadi redup terbakar habis seperti juga lilin. Hal ini pada umumnya terjadi karena adanya kejenuhan dalam perkawinan, sehingga tidak ada komunikasi lagi antara satu dengan yang lain. Maklum segala jerih payah, pengorbanan yang diberikan itu boro-boro dihargai, waktu saja sudah tidak bisa/mau ia berikan lagi.

Berdasarkan penelitian dari Christine Maslach dan Michael P. Leister dalam bukunya: "The Truth About Burnout". Orang yang sedang mengalami Burn Out, pada umumnya ingin menyendiri, dan tidak ingin banyak bicara. Mereka ingin mencari ketenangan. Mereka tidak membutuhkan segala macam nasehat, sebab nasehat maupun usulan-usulan apapun yang diberikan; bisa disalah artiken sebagai kritikan. Masalahnya orang yang sedang mengalami Burn Out itu sangat sensitive sehingga mudah sekali tersinggung.

Berikanlah mereka waktu untuk menenangkan diri, dan jangan sekali-sekali memaksakan mereka untuk melakukan apapun juga misalnya "kapan mau kerja lagi?" ataupun mengajak mereka ke tempat-tempat Dugem seperti bioskop, Disco dsb-nya.

Sama seperti juga HP yang kehabisan batterie, untuk ini HP tsb butuh waktu untuk di charge lagi. Begitu juga dengan manusia yang mengalami Burn Out, mereka butuh waktu agar dapat memulihkan kembali semangat maupun gairah hidup mereka.

Sedangkan cara lainnya ialah dengan melakukan senam Tai Chi, sebab senam Tai Chi itu bukan hanya untuk kebugaran jasmani saja, tetapi juga rohani. Tai Chi merupakan meditasi gerak yang menyadi penyeimbangan atas meditasi duduk.

Mang Ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.net

Selanjutnya......